Seandainya ada seseorang yang bisa membuatmu nyaman, tenang, dan nyaman...
Seandainya ada seseorang yang selalu ada untukmu...
Seandainya ada seseorang yang membuat semua harimu menyenangkan...
Seandainya ada seseorang yang selalu mengertimu...
Seandainya ada seseorang yang menerimamu apa adanya...
Seandainya ada seseorang yang memiliki impian yang sama denganmu...
Seandainya ada seseorang yang bisa mengangkatmu pada saat kau jatuh...
Seandainya ada seseorang yang selalu ingin kau temui untuk berbagi...
Seandainya ada seseorang yang selalu kau ingat...
Seandainya ada seseorang yang kau yakini untuk jadi pasangan hidupmu...
Apa lagi yang kau tunggu?...
Apa lagi yang masih kau pertimbangkan?...
Apa lagi yang masih kau ragukan...
Apa lagi yang masih kau takutkan?...
Terlambat...
Kini semua sudah terlambat...
Kini orang itu sudah pergi meninggalkanmu...
Pergi untuk melangkah maju...
Menuju sebuah masa depan tanpamu...
Terlambat untuk menyesal...
Terlambat untuk mengakui...
Terlambat untuk memutuskan...
Terlambat untuk menyadari...
Terlambat untuk mengetahui...
Kini kau hanya bisa berharap sebuah keajaiban...
Sebuah kesempatan satu kali lagi...
Menunjukkan semua yang kau rasa kepadanya...
Sunday, November 08, 2009
Saturday, October 17, 2009
Alasan
"Everything happen for a reason...
Pasti ada alesannya kenapa lo masih harus di Bandung sampe sekarang..."
Sebuah obrolan singkat bersama buddy gw di ym...
Awalnya cuma obrolan geje2 kapan ngumpul bareng dan kapan jalan bareng... Ujug2 obrolannya jadi serius tentang impian dan masa depan... Dan di akhir obrolan, tercetuslah kalimat itu dari buddy gw...
Sekali lagi terdiam, merenung, berpikir...
Di saat temen-temen gw udah mengejar Jalan-nya masing-masing...
Di saat temen-temen gw kuliah lagi S2 di negeri orang..
Di saat temen-temen gw udah jadi pegawai tetap...
Di saat temen-temen gw udah mulai merintis bisnis sendiri...
Di saat temen-temen gw udah pada lulus...
Gw ngapain?...
Cuma sekedar ngomong "gw pengen ini", "abis lulus gw pengen kesini", atau "gw sih udah pasti kesana"...
Lulus aja belom...
Walaupun demikian... Mengutip kalimat buddy gw... Sepertinya memang ada sesuatu yang haus gw kerjakan di Bandung ini... Entah apa...
Pasti ada alesannya kenapa lo masih harus di Bandung sampe sekarang..."
Sebuah obrolan singkat bersama buddy gw di ym...
Awalnya cuma obrolan geje2 kapan ngumpul bareng dan kapan jalan bareng... Ujug2 obrolannya jadi serius tentang impian dan masa depan... Dan di akhir obrolan, tercetuslah kalimat itu dari buddy gw...
Sekali lagi terdiam, merenung, berpikir...
Di saat temen-temen gw udah mengejar Jalan-nya masing-masing...
Di saat temen-temen gw kuliah lagi S2 di negeri orang..
Di saat temen-temen gw udah jadi pegawai tetap...
Di saat temen-temen gw udah mulai merintis bisnis sendiri...
Di saat temen-temen gw udah pada lulus...
Gw ngapain?...
Cuma sekedar ngomong "gw pengen ini", "abis lulus gw pengen kesini", atau "gw sih udah pasti kesana"...
Lulus aja belom...
Walaupun demikian... Mengutip kalimat buddy gw... Sepertinya memang ada sesuatu yang haus gw kerjakan di Bandung ini... Entah apa...
Saturday, July 25, 2009
Jatuh
"How far you have fallen?"
Setelah membaca kalimat yang sederhana tapi bermakna dalem yang ada di Saint Seiya : The Lost Canvas 110 ini, gw mendadak termenung dan berpikir...
Sejauh apa gw akan jatuh kali ini?...
Mengingat semua yang terjadi sangat jauh dari apa yang gw mau...
Tentang hidup...
Tentang impian...
Ternyata gw sudah jauh keluar dari jalan yang gw tentukan selama ini...
Ini bukan gw...
Atau lebih tepatnya, topeng ini ga sangat baik menyembunyikan gw yang sesungguhnya... Makin parahnya, gw sampe bahkan ga tau lagi yang mana yang bener dan yang salah... Dan bahkan justru gw merasa topeng ini yang mengendalikan gw sendiri...
Setelah membaca kalimat yang sederhana tapi bermakna dalem yang ada di Saint Seiya : The Lost Canvas 110 ini, gw mendadak termenung dan berpikir...
Sejauh apa gw akan jatuh kali ini?...
Mengingat semua yang terjadi sangat jauh dari apa yang gw mau...
Tentang hidup...
Tentang impian...
Ternyata gw sudah jauh keluar dari jalan yang gw tentukan selama ini...
Ini bukan gw...
Atau lebih tepatnya, topeng ini ga sangat baik menyembunyikan gw yang sesungguhnya... Makin parahnya, gw sampe bahkan ga tau lagi yang mana yang bener dan yang salah... Dan bahkan justru gw merasa topeng ini yang mengendalikan gw sendiri...
Friday, July 17, 2009
Lagu Untuk Sahabat
"Lagu ini buat yang belum lulus, untuk penyemangat"
Agak lupa bentuk kalimatnya, tapi begitulah kamlimat pembuka persembahan Ebhe, Rinso dan Manda... Cukup unik, karena biasanya, wisudawan dipersembahkan sesuatu... Tapi kali ini, wisudawan mempersembahkan sesuatu... Hahaha... Lagu yang udah dari dulu diutak-atik sama si Ebhe dan berencana dimainkan di event-event yang ada namun ga jadi gara2 susah dan ngerasa ga enak dimaenin, akhirnya dimaenkan juga...
---------------------------------------------------------------------------------------
TA (Penghancuran lagu Pesta, Rocket Rockers)
Di dalam TA, ada kertas-kertas, deretan kode, juga tangis deras
Di dalam TA, ada pusing kepala, trasa malam semakin menggila
Di dalam TA, buanglah canda, biarkan saja pikiranmu lepas
Di dalam TA, mari mengoding, ambil buku acuan topikmu!
Gerakkan jarimu kekiri dan kekanan
Goyang mouse kedepan dan berputar-putaran
Sepanjang malam terus TA!!!
Sepanjang malam sampai pagi menjelang
---------------------------------------------------------------------------------------
Ternyata, setelah itu Manda juga menghadiahkan kami sebuah lagu...
Hahahah...
---------------------------------------------------------------------------------------
Pernah TA (Penghancuran lagu Pernah Muda, BCL)
Bilang Papamu, pastilah kau takkan terlambat kerjakan Tugas Akhirmu
Bilang mamamu, kau sayang padanya dan kaupun tak akan main-main
Biarkanlah saja dulu, kita santai meNea
Merekapun pernah TA
Pernah TA
Bilang papamu, berhenti nanyain kapankah sidangnya Tugas Akhirmu
Bilang mamamu, tak perlu khawatir perihal urusan wisudamu
Biarkan saja dulu, kita santai meNea
Merekapun pernah TA
Saatnya kau dan aku sekarang
---------------------------------------------------------------------------------------
Ayo semangat Nea...
Agak lupa bentuk kalimatnya, tapi begitulah kamlimat pembuka persembahan Ebhe, Rinso dan Manda... Cukup unik, karena biasanya, wisudawan dipersembahkan sesuatu... Tapi kali ini, wisudawan mempersembahkan sesuatu... Hahaha... Lagu yang udah dari dulu diutak-atik sama si Ebhe dan berencana dimainkan di event-event yang ada namun ga jadi gara2 susah dan ngerasa ga enak dimaenin, akhirnya dimaenkan juga...
---------------------------------------------------------------------------------------
TA (Penghancuran lagu Pesta, Rocket Rockers)
Di dalam TA, ada kertas-kertas, deretan kode, juga tangis deras
Di dalam TA, ada pusing kepala, trasa malam semakin menggila
Di dalam TA, buanglah canda, biarkan saja pikiranmu lepas
Di dalam TA, mari mengoding, ambil buku acuan topikmu!
Gerakkan jarimu kekiri dan kekanan
Goyang mouse kedepan dan berputar-putaran
Sepanjang malam terus TA!!!
Sepanjang malam sampai pagi menjelang
---------------------------------------------------------------------------------------
Ternyata, setelah itu Manda juga menghadiahkan kami sebuah lagu...
Hahahah...
---------------------------------------------------------------------------------------
Pernah TA (Penghancuran lagu Pernah Muda, BCL)
Bilang Papamu, pastilah kau takkan terlambat kerjakan Tugas Akhirmu
Bilang mamamu, kau sayang padanya dan kaupun tak akan main-main
Biarkanlah saja dulu, kita santai meNea
Merekapun pernah TA
Pernah TA
Bilang papamu, berhenti nanyain kapankah sidangnya Tugas Akhirmu
Bilang mamamu, tak perlu khawatir perihal urusan wisudamu
Biarkan saja dulu, kita santai meNea
Merekapun pernah TA
Saatnya kau dan aku sekarang
---------------------------------------------------------------------------------------
Ayo semangat Nea...
Thursday, June 11, 2009
Jalan
"hmm dia mau beneran cabs minggu depan?"
Shock mendengar kalimat itu... Di satu sisi gw seneng sahabat gw yang akan menempuh jalannya sendiri... Mencoba menyusun kepingan hidupnya, mengejar impiannya di Pulau Dewata... Di sisi lain, gw sedih... Sedih kehilangan seorang sahabat yang selalu ada saat gw seneng dan susah... Teman bercerita dari hal yang paling ga penting cem gosip sampe hal-hal berbobot kaya politik... Sahabat gw selama 5 tahun di ITB, yang udah sering jalan bareng, maen bareng, ngerjain tugas bareng... Temen gw yang hampir selalu bisa "diculik" kapanpun dan dimanapun hanya dengan iming-iming "ntar gw anterin balik dah"... Bahkan bisa ngobrol 5 jam di mobil udah kaya orang bego...
Baru aja kemaren seorang sahabat gw nraktir di The Valley Suki buat farewellnya... Sahabat gw ini akan pergi ke Aussie untuk ngelanjutin S2 disana... Sahabat gw di kantor yang selalu mewarnai isi kantor dengan kehebohan dan kelucuannya... Sekarang, gw udah denger kabar sahabat gw udah ada yang mau pergi lagi...
Beberapa waktu yang lalu gw sempet ngobrol sama temen-temen gw tentang masa depan masing-masing, tentang impian kami sendiri... Ternyata, kami yang selalu ketawa dan menangis (yang ini agak lebay sih, ga pernah nangis, yang ada stress gara-gara deadline-deadline bodoh) bareng memiliki impian dan jalan hidup yang sangat berbeda... Memang sudah saatnya terpisah-pisah... Mengejar mataharinya masing-masing...
Di akhir, gw hanya bisa berkata selamat mengejar impian kalian masing-masing...
Shock mendengar kalimat itu... Di satu sisi gw seneng sahabat gw yang akan menempuh jalannya sendiri... Mencoba menyusun kepingan hidupnya, mengejar impiannya di Pulau Dewata... Di sisi lain, gw sedih... Sedih kehilangan seorang sahabat yang selalu ada saat gw seneng dan susah... Teman bercerita dari hal yang paling ga penting cem gosip sampe hal-hal berbobot kaya politik... Sahabat gw selama 5 tahun di ITB, yang udah sering jalan bareng, maen bareng, ngerjain tugas bareng... Temen gw yang hampir selalu bisa "diculik" kapanpun dan dimanapun hanya dengan iming-iming "ntar gw anterin balik dah"... Bahkan bisa ngobrol 5 jam di mobil udah kaya orang bego...
Baru aja kemaren seorang sahabat gw nraktir di The Valley Suki buat farewellnya... Sahabat gw ini akan pergi ke Aussie untuk ngelanjutin S2 disana... Sahabat gw di kantor yang selalu mewarnai isi kantor dengan kehebohan dan kelucuannya... Sekarang, gw udah denger kabar sahabat gw udah ada yang mau pergi lagi...
Beberapa waktu yang lalu gw sempet ngobrol sama temen-temen gw tentang masa depan masing-masing, tentang impian kami sendiri... Ternyata, kami yang selalu ketawa dan menangis (yang ini agak lebay sih, ga pernah nangis, yang ada stress gara-gara deadline-deadline bodoh) bareng memiliki impian dan jalan hidup yang sangat berbeda... Memang sudah saatnya terpisah-pisah... Mengejar mataharinya masing-masing...
Di akhir, gw hanya bisa berkata selamat mengejar impian kalian masing-masing...
Thursday, May 07, 2009
Kesempatan Hidup
"Itu yang bawa mobil Pak?"
Wow...
Ga terasa udah 3 tahun berlalu sejak kejadian itu... Salah satu kejadian yang bisa dibilang menjadi warna yang sangat pekat dalam perjalanan hidup gw...
Masih terasa di ingatan gw gimana gw nyoba ngontrol setirnya, gimana tiba2 gw mendadak black-out, gimana tiba2 gw ditolong oleh orang laen keluar dari mobil yang ringsek itu... ga ngebayang kalo ngeliat mobilnya, gw ditolong dengan kondisi tanpa luka gores sedikitpun... Membayangkan gw bisa keluar dari UGD pada hari itu juga, membayangkan cara orang ngeliat gw yang seakan-akan mengatakan "kok lo masih hidup sih?" membuat gw jadi berpikir bahwa gw dikasih kesempatan untuk hidup sekali lagi...
Tapi, kesempatan yang diberikan itu gw sia-siakan lagi...
Satu tahun...
Dua tahun...
Apa yang gw peroleh dalam hidup gw?... Hampir NOL... Hanya sedikit perbaikan membenahi nilai-nilai gw... Lalu apa?... Apa yang sebenernya yang gw pengen dalam hidup gw ini?...
Beruntung di tahun ketiga gw memiliki sahabat yang mengeluarkan gw dari keterpurukan itu... Gw mencoba mengisi hidup gw dengan senyum dan semangat, walaupun didalem gw berantakan...
Gw bisa tertawa cerita sama orang-orang tentang kejadian itu dengan tawa... Tapi, setiap tahunnya gw selalu berpikir... Entah kenapa event ini menjadi tolak ukur dalam hidup gw... Apa yang udah gw peroleh dalam hidup gw setiap tahunnya... Apa yang gw lakukan dalam hidup gw... Seberapa jauh gw melangkah setelah kejadian itu?...
Ternyata, cukup senang juga melihat pencapaian gw di tahun terakhir ini... Gw ga menyia-nyiakan hidup gw... Ternyata banyak pencapaian yang gw lakukan, walopun belom optimal... Haha... Dan ternyata gw banyak belajar dari kegagalan gw selama dua tahun itu... Kata orang bijak, kita belajar pada saat kita gagal, bukan pada saat kita berhasil...
Dan makin merasa bersyukur gw masih diberi kesempatan hidup, untuk memiliki sahabat-sahabat yang care sama gw... Mau ngangkat gw pada saat gw jatoh, ngedukung impian-impian gw...
Tuhan, aku berterima kasih masih diberi kesempatan hidup pada waktu itu...
Ga terasa udah 3 tahun berlalu sejak kejadian itu... Salah satu kejadian yang bisa dibilang menjadi warna yang sangat pekat dalam perjalanan hidup gw...
Tapi, kesempatan yang diberikan itu gw sia-siakan lagi...
Satu tahun...
Dua tahun...
Apa yang gw peroleh dalam hidup gw?... Hampir NOL... Hanya sedikit perbaikan membenahi nilai-nilai gw... Lalu apa?... Apa yang sebenernya yang gw pengen dalam hidup gw ini?...
Beruntung di tahun ketiga gw memiliki sahabat yang mengeluarkan gw dari keterpurukan itu... Gw mencoba mengisi hidup gw dengan senyum dan semangat, walaupun didalem gw berantakan...
Gw bisa tertawa cerita sama orang-orang tentang kejadian itu dengan tawa... Tapi, setiap tahunnya gw selalu berpikir... Entah kenapa event ini menjadi tolak ukur dalam hidup gw... Apa yang udah gw peroleh dalam hidup gw setiap tahunnya... Apa yang gw lakukan dalam hidup gw... Seberapa jauh gw melangkah setelah kejadian itu?...
Ternyata, cukup senang juga melihat pencapaian gw di tahun terakhir ini... Gw ga menyia-nyiakan hidup gw... Ternyata banyak pencapaian yang gw lakukan, walopun belom optimal... Haha... Dan ternyata gw banyak belajar dari kegagalan gw selama dua tahun itu... Kata orang bijak, kita belajar pada saat kita gagal, bukan pada saat kita berhasil...
Dan makin merasa bersyukur gw masih diberi kesempatan hidup, untuk memiliki sahabat-sahabat yang care sama gw... Mau ngangkat gw pada saat gw jatoh, ngedukung impian-impian gw...
Tuhan, aku berterima kasih masih diberi kesempatan hidup pada waktu itu...
Saturday, April 18, 2009
Busuk
"Sabar Chay, Tadi dua-duanya lagi emosi"
Kalimat yang sebenernya sederhana, tapi membuat gw berpikir... Apa iya semua yang gw lakuin udah bener sampe bisa nge-judge gw doang yang bener?... Apa iya gw udah ngeliat dari kacamata orang laen?... Dan ternyata, yang gw lakukan beberapa bulan terakhir cuma bilang "Gw begini, gw begitu"...
Sejak beberapa bulan yang lalu gw merasa hidup gw sangat menyenangkan, semua berjalan dengan lancar... Merasa semua yang gw lakukan udah benar, merasa semua harus ngedenger apa yang gw bilang, merasa diri gw paling benar bahkan...
Hey, emang siapa gw?... Gw cuma orang biasa yang masih banyak kurangnya sana-sini... Mungkin memang gw memiliki kelebihan dibanding yang laen... Tapi gw juga punya kekurangan!!!...
Jadi teringat sebuah kalimat :
"Lebih baik jadi buah mentah yang terus menerus mencoba matang daripada menjadi buah matang yang tinggal menunggu untuk dipetik dan busuk"
Pada saat diri kita paling bener, tinggal nunggu dipetik ato busuk aja... Ato bahkan gw sekarang udah busuk... Hahaha...
Kalimat yang sebenernya sederhana, tapi membuat gw berpikir... Apa iya semua yang gw lakuin udah bener sampe bisa nge-judge gw doang yang bener?... Apa iya gw udah ngeliat dari kacamata orang laen?... Dan ternyata, yang gw lakukan beberapa bulan terakhir cuma bilang "Gw begini, gw begitu"...
Sejak beberapa bulan yang lalu gw merasa hidup gw sangat menyenangkan, semua berjalan dengan lancar... Merasa semua yang gw lakukan udah benar, merasa semua harus ngedenger apa yang gw bilang, merasa diri gw paling benar bahkan...
Hey, emang siapa gw?... Gw cuma orang biasa yang masih banyak kurangnya sana-sini... Mungkin memang gw memiliki kelebihan dibanding yang laen... Tapi gw juga punya kekurangan!!!...
Jadi teringat sebuah kalimat :
"Lebih baik jadi buah mentah yang terus menerus mencoba matang daripada menjadi buah matang yang tinggal menunggu untuk dipetik dan busuk"
Pada saat diri kita paling bener, tinggal nunggu dipetik ato busuk aja... Ato bahkan gw sekarang udah busuk... Hahaha...
Mencoba merunut kembali, saat-saat dimana gw merasa hidup gw berada paling bawah... Saat dimana gw merasa banyak banget yang harus gw pelajarin... Saat dimana gw mencoba merangkak keatas perlahan-lahan...
Subscribe to:
Posts (Atom)
